Latest Updates
Showing posts with label bicara. Show all posts
Showing posts with label bicara. Show all posts

Cara Melatih Bayi Bicara

Melatih bayi belajar bicara sejak dini akan melatih membantu kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan lingkungan. Apa yang kita katakan, akan tersimpan dalam memorinya dan suatu saat anak akan meniru apa yang dia dengarkan, baik yang di ajarkan orang tua maupun oleh orang-orang di sekitarnya. Satu hal yang paling penting adalah mengajarkan anak bicara dengan kata-kata yang positif, meskipun dia belum bisa bicara, karena ini akan mengasah rasa percaya diri mereka. Berikut Di bawah ini tips mengajar si kecil berbicara: 

  • Ajak bayi berbicara sesering mungkin, sejak dini, meskipun dia belum waktunya berbicara.
  • Bicaralah dengan menggunakan suara yang lembut, karena mereka lebih suka mendengar suara yang lembut.
  • Selalu berbicara perlahan dan jelas padanya. Jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengan si kecil.
  • Saat kita sedang bermain dengan di kecil, sebaiknya matikan radio atau televisi.Suara radio dan televidi bisa mengacaukan konsentrasinya.
  • Pilihlah kalimat sederhana.
  • Ajukan pertanyaan yang memancing jawaban lebih dari satu suku kata. Mungkin jawabannya tidak jelas, tapi kita harus tetap menghargainya dan menunggu responnya.

  • Ajaklah si kecil bermain. Mengajarinya berbicara bisa melalui permainan, misalnya ciluk ba, bermain tebak -tebakan,atau juga melalui kegiatan sehari-harinya, dari mandi, makan, berjalan-jalan, dll.
  • Cari kata yang mudah untuk memahaminya.
  • Ulangi apa yang dia katakan, atau yang sedang di coba mengatakannya.Ini akan memperjelas maknanya.
  • Hindari bicara kasar dan buruk di depan mereka.Karena apa yang kita ucapkan akan tersimpan di memori otak anak, dan suatu saat kata-kata buruk dan kasar akan di tiru oleh mereka.
  • Beri dia perhatian pada bayi jika dia mulai mengoceh.Tatap matanya seolah kita tahu apa yang sedang di ucapkannya. Ini akan membuat mereka senang untuk berbicara.
  • Beri tanggapan untuk ocehannya, ingat ,selalu gunakan bahasa yang benar,dan tidak di cadel-cadelkan.
  • Jangan menyalahkan apa yang dia katakan. Ulangi apa yang mereka sampaikan meskipun salah dengan kata yang benar dan berulang-ulang.

  • Kenalkan bayi pada di rinya sendiri, misalnya menunjukan mana mata, hidung, telinga,dll.
  • Kenalkan juga pada benda-benda sekitar {kursi,l ampu, dll} dan juga orang-orang di sekitarnya {kakek, nenek, dll}.
  • Ceritakan kegiatan yang sedang kita lakukan, misalnya: memandikan bayi, membacakan cerita, membuat susu,dll.
  • Putarkan lagu anak-anak sambil turut serta bernyanyi.lebih baik lagi jika kita ikut menari dan bergoyang-goyang sambil bertepuk tangan.
  • Bacakan buku cerita. Pilih buku cerita dengan gambar yang menarik. Gambar yang berwarna-warni akan membuat si kecil semakin tertarik.
  • Tanggapi kemampuan atau perilakunya dengan positip. Misalnya jika dia bisa mulai tengkurap, puji dia jika dia bisa menghabiskan makanannya,beri dia ciuman,dll.
  • Lihat respon si kecil saat di ajak bicara,jika mereka masih memperhatikan kita, dapat terus di ajak bicara.Tetapi jika tidak dan mulai memperhatikan ke hal lain,kita basa memperhatikan waktu   berbicara untuk sementara,dan di ulang lagi di lain waktu. Mungkin saja si kecil mulai bosan dan jangan di paksa.

Intinya: banyak-banyaklah berbicara pada si kecil. Makin banyak stimulasi yang kita berikan, maka semakin cepat pula dia mengembangkan kemampuan berbicaranya.

Ketika Si Kecil Belajar Bicara

Ketika Si Kecil Belajar Bicara
anak-belajar-bicara
Jauh sebelum bicara, si kecil telah mengekspresikan keinginan dan pikirannya melalui mimik. Namun pada tahun kedua kehidupannya, seiring dengan kemampuan bicara dan bahasanya yang mulai berkembang, si kecil sudah dapat menyampaikan maksudnya dengan kata-kata.
Pada usia 12-17 bulan, buah hati Anda mulai memahami kalimat yang terdiri atas rangkaian beberapa kata. Sekalipun demikian, kemampuan berkomunikasi sudah dikembangkannya dengan menggunakan tangis, mimik dan gerak tubuhnya.
Di usia kira-kira 13 bulan, si kecil mulai mengembangkan ketrampilan verbalnya. Dia dengan mudah mengucapkan kata sederhana seperti “mama” dan “papa”, namun selebihnya masih menggunakan gerak tubuh, mimik dan tangis sebagai sarana komunikasi. Misalnya, ketika ingin turun, dia akan menunjuk ke bawah. Atau menarik baju Anda ketika ingin diperhatikan. Sekalipun demikian, pada usia ini si kecil dengan cepat menyerap dan memahami kata-kata sederhana yang sering Anda gunakan ketika berada di dekatnya. Sepanjang usia ini, berbicara menjadi hal yang disukai si kecil. Ketrampilannya ini akan terus dikembangkan hingga dia mencapai tahapan berikutnya di usia sekitar 17 bulan.
Ketika mencapai usia kira-kira 17 bulan, pada umumnya anak sudah dapat mengucapkan kata ganti diri, baik menggunakan nama, atau dengan kata ganti diri lainnya. Segera setelah terbiasa menggunakan kata ganti diri, dengan merangkainya bersama beberapa kata sederhana, si kecil mulai dapat mengutarakan pesan-pesan, yang biasanya merupakan kebutuhannya. Misalnya , “Adik mau susu”.
Sesaat setelah si kecil mulai merangkai kalimat –kalimat sederhana, pastikanlah bahwa Anda menyisihkan cukup banyak waktu untuk bercakap-cakap dan membacakan cerita untuknya. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada, saat mandi atau ketika menggantikan bajunya, untuk mengajaknya bercakap-cakap. Dengan demikian, si kecil akan tertarik untuk terus berbicara. Apalagi jika Anda selalu menyebutkan nama benda yang Anda berikan untuknya. Kebiasaan ini akan sangat menunjang keinginan si kecil untuk mengucapkannya kembali.
Setelah si kecil bisa berbicara, dia tentu terdorong mengungkapkan rasa ingin tahunya dalam bentuk pertanyaan. Bersiaplah untuk selalu memberikan penjelasan kepadanya. Saat ini, Anda memang sedang berperan sebagai guru. Selain menjelaskan semua hal padanya, Anda juga memiliki kemampuan untuk membenarkan ucapan atau kalimatnya yang masih terpatah-patahh. Misalnya , ketika si kecil berkata ‘Mau keluar!” Lengkapilah kalimat itu menjadi, “Ya, kamu mau pergi keluar.” Hal ini tidak dimaksudkan agar si kecil membenarkan ucapannya dan mengulang kembali kalimat itu, melainkan hanya menjadikan sebagai model dari kalimat yang nanti akan dikembangkannya.