Latest Updates
Showing posts with label Obesitas. Show all posts
Showing posts with label Obesitas. Show all posts

Obesitas pada anak? apakah berbahaya?

Senangnya, ketika anak anda menjadi fokus utama lingkungan sekitar salah satunya dikarenakan anak anda gemuk dan chubi. Hal ini menjadi sangat menyenangkan sekali bahkan banyak yang mencubit, mencium karena gemas melihatnya. Meskipun demikian anda jangan senang dulu, apabila anak terlalu gemuk atau obesitas malah akan membuat kondisi anak mudah terserang penyakit. 
Masalah yang berhubungan dengan obesitas anak tidak kalah pentingnya bahkan mendapatkan perhatian serius karena akan menimbulkan gangguan kesehatan pada anak. Dalam artikel ini kami akan berbagi informasi mengenai bahaya obesitas pada anak, berikut uraiannya yang dapat membantu anda.

Obesitas Pada Anak

Kelebihan berat badan yang dialami oleh anak dapat disebabkan karena faktor keturunan. Resiko obesitas pada anak akan lebih tinggi dialami oleh anak dari orang tua yang mengalami obesitas. Selain dari faktor keturunan, faktor yang akan berperan dan membahayakan obesitas pada anak adalah pola makan. Pada anak yang mengalami obesitas tidak akan kesulitan soal makan, dia akan terus nafsu makan sehingga sulit mengontrol rasa lapar di dalam dirinya. Pola makan yang berlebihan dan pilihan makanan yang tidak tepat akan meningkatkan resiko obesitas.
Beberapa makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak akan membahayakan seperti coklat dan permen, minuman dan makanan yang mengandung gula, junk food, kue, coklat dan juga jenis makanan yang mengandung kacang-kacangan dan keju berlebihan. Bagi orang tua yang memiliki anak dengan berat badan berlebih atau obesitas maka disarankan untuk mengetahui efek negatif yang mungkin terjadi pada anak. Selain akan membuat anak anda kesulitan dalam beraktivitas, obesitas akan menimbulkan beberapa masalah.
Berikut adalah bahaya obesitas pada anak :

1. Tidak dapat mengatur pola makan

Anak yang mengalami obesitas akan terbiasa dengan porsi yang banyak ketika makan selain itu akan merasa lapar apabila diberikan porsi yang biasa. Kebiasaan ini akan berpengaruh pada saat dewasa sehingga lebih berpotensi menimbun lemak di dalam dirinya.

2. Sistem Imun yang terganggu

Obesitas akan meningkatkan resiko inflamasi. Inflamasi akan mempengaruhi otak sehingga suasana hati akan lebih mudah berubah dan akan mempengaruhi nafsu makan.

3. Gangguan pernapasan

Anak yang mengalami obesitas lebih beresiko mengalami gangguan pernapasan. Anak lebih suka mendengkur dan mudah lelah sehingga lebih mudah tidur di siang hari.

4. Beresiko menimbulkan penyakit yang berbahaya

Beberapa penyakit yang berbahaya disebabkan karena obesitas adalah penyakit kardiovaskular, asma, kanker, tekanan darah tinggi dan penyakit hati.Obesitas yang dialami oleh anak tidak hanya akan membuatnya beresiko mengalami penyakit saja akan tetapi dapat mempengaruhi psikisnya yaitu depresi, rendah diri dan mengalami penurunan akademik di sekolah.
Pencegahan yang dilakukan untuk obesitas anak diantaranya adalah dengan melalukan fisik . Hindari waktu luang anak anda yang hanya duduk di depan komputer atau bermain games.
Berikut adalah beberapa aktivitas yang dilakukan :

1. Pada usia 1-3 tahun

Anda dapat mengajak anak anda bermain gerakan berlari, memanjat dan melompat. Ajaklah anak anda untuk memukul, melempar, menangkap dan juga mengguling-guling sehingga anak anda tidak bosan.

2. Pada usia anak 3-5 tahun

Perbanyaklah aktivitas, anak usia 3-5 tahun dapat mengajarinya aktivitas fisik dan juga melatih kestabilan dan juga mengontrol gerakan fisik dengan naik sepeda.

Tips aktivitas fisik untuk anak obesitas

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan tingkat aktivitas buah hati. cara jitu pertama, yaitu dengan membatasi waktu mereka untuk menonton televisi setiap harinya dan beberapa aktivitas duduk lainnya, seperti bermain video games atau komputer. 
 
Selanjutnya temukan aktivitas fisik diluar olahraga, yang disukai oleh anak anda. Aktivitas anak tidak harus berupa program olahraga yang terstruktur. Aktivitas apapun yang membuat mereka tetap bergerak aktif dapat menjadi cara yang tepat untuk membakar kalori dan meningkatkan stamina. Bila orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang aktif, maka orangtua harus menjadi contoh sebagai individu yang aktif. 

Salah satu contoh mudah yang dapat dilakukan adalah dengan membiasakan diri menggunakan tangga, bukan lift atau eskalator. biarkan anak-anak secara bergantian memilih aktivitas apa yang akan mereka lakukan pada akhir pekan. misalnya outbound, basket, bersepeda, atau berenang. yang penting orang tua juga harus ikut mendampingi aktivitas tersebut.

Bantu Si Kecil Jauh Dari Obesitas Sejak Dini

Si kecil sangat menyukai rasa manis terutama permen. Jika tidak dibelikan ia akan menangis, Bagaimana cara mengatasinya?
Gula sebetulnya sumber karbohidrat yang bisa memenuhi kebutuhan kalori anak. Karena itulah rata-rata anak menyukai rasa manis. Anak yang keluarganya memiliki sejarah penyakit diabetes cenderung lebih menyukai makanan yang manis, anda perlu membatasinya karena resiko terkena diabetes akan lebih besar daripada anak yang tidak punya sejarah penyakit itu dalam keluarganya. Berikut tips untuk mengurangi kesukaan si kecil pada rasa manis :
  • Perkenalkan padanya berbagai macam rasa sejak usia dini, seperti asin, gurih, asam,atau pahit. Perlihatkan padanya kalau anda juga menyukai aneka rasa itu.
  • Selang-seling dalam memberikan camilan, terutama disela-sela waktu makan anak. Jadi, ia tidak hanya makan camilan yang manis saja, melainkan makan camilan yang gurih, asin, atau sedikit asam.
  • Berikan sumber rasa yang manis yang lebih sehat, seperti aneka buah.
  • Batasi konsumsi permen, tapi jangan melarangnya sama sekali.bisa-bisa ia makin penasaran dan mengonsumsinya secara sembunyi-sembunyi.
  • Jangan berikan permen sebagai hadiah, agar ia tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang positif dan memiliki nilai emosional atau merupakan bentuk apresiasi dari anda untuknya. Awasi makanan yang dikonsumsinya, dan pastikan gula yang terkandung dalam apa yang ia konsumsi tidak berlebihan terutama untuk makanan buatan sendiri. Kebiasaan anak menyukai makanan manis akan terbawa sampai besar dan membuatnya beresiko tinggi terhadap penyakit obesitas, diabetes , penyakit jantung dan darah tinggi.

Anak Terlalu Gemuk (Obesitas)


Saat ini obesitas merupakan masalah yang paling umum terjadi pada anak-anak didunia. Hasil penelitian yang dilakukan Negara tetangga kita, Singapura, menunjukan bahwa lebih dari 10% anak usia sekolah dinegeri itu mengalami obesitas. Sementara di Amerika, dan Eropa Barat, 15% dari anak usia sekolah mengalami gangguan ini. Untuk Indonesia, dengan perubahan pola makan dari rendah lemak tinggi serat menjadi rendah serta tinggi lemak, bisa diperkirakan angka obesitas ini juga akan meningkat.
Apakah Obesitas ?
Obesitas adalah gangguan yang terjadi karena adanya penimbunan lemak yang berlebihan didalam tuubuh anak. Kalau berat badan anak Anda melebihi 20% berat yang seharusnya sesuai dengan tinggi badannya, maka bisa dikatakan anak Anda menderita obesitas. Namun , Anak yang keliatan gemuk tidak selalu bisa dikatakan mengalami obesitas. Karena , pada sebagian anak kelebihan berat badan bukan terjadi karena adanya penimbunan lemak yang berlebihan, tetapi karena tulang-belulangnya memang besar dan berat.
Terjadinya masalah obesitas pada anak ini sedapat mungkin harus dihindari karena :
  • ·Anak yang obesitas cenderung akan tumbuh menjadi orang dewasa yang obes pula. Penelitian menunjukan bahwa sekitar sepertiga masalah obesitas pada orang dewasa berakar pada masa kanak-kanaknya. Karena itu, sangatlah penting untuk menghindari terjadinya hal ini di masa kanak-kanak.
  • ·Meningkatkan risiko terjadinya gangguan peredaran darah (misalnya penyakit jantung dan stroke). Pada anak-anak obes ditemukan kadar kolesterol dalam darahnya lebih tinggi dibanding anak-anak yang lebih kurus. Karenanya , kemungkinan besar anak-anak obes ini akan mengalami aterosklerosis (penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah yang membawa darah dari jantung) di masa dewasanya. Seperti kita ketahui aterosklerosis merupakan faktor yang menentukan terjadinya penyakit jantung koroner. Di samping itu, juga ditemukanbahwa banyak anak mengalami obes juga mengalami tekanan darah tinggi. Dengan demikian, anak-anak ini juga beresiko tinggi menderita selain penyakit jantung, juga stroke dan penyakit ginjal.
  • ·Gangguan ortopedi . Beban yang terlalu berat mengakibatkan tulang-tulang dan persendian harus bekerja ekstra keras. Di samping itu, karena tulang bisa diperkuat dengan berbagai gerakan atau latihan olah raga, maka tulang belakang anak-anak obes yang kurang gerak, umumnya tumbuh relatif lebih rapuh dibandingkan tulang-belulang anak-anak yang normal
  • Masalah yang berhubungan dengan pernapasan. Jaringan lemak yang berlebihan bisa menyebabkan kesulitan bernapas pada anak-anak ini. Dan , anak yang obes sangat mudah terkena infeski saluran pernapasan.
  • ·Diabetes . jika masalah obesitas ini terus bertahan sampai masa dewasa, bukan tidak mungkin kalau anak juga akan menderita diabetes. Dan adanya keturunan diabetes dalam keluarga memperbesar resiko terjadinya penyakit ini.
  • Masalah psikologis. Anak yang menderita obesitas umumnya tidak penggembira. Mereka juga biasanya memiliki perasaan rendah diri, karena selalu merasa ditolak dan direndahkan oleh lingkungannya. Dan perasaan-perasaan ini seringkali menetap sampai ke masa dewasanya.

Menolong Anak yang Mengalami Obesitas
Anak-anak masih dalam masa tumbuh kembang yang amat cepat. Karenanya , untuk mengatasi masalah obesitas, yang perlu Anda lakukan adalah memperkecil pertambahan berat bedannya. Jika Anda ingin menerapkan program diet tertentu pada anak Anda, berkonsultasilah dulu dengan dokter atau ahli gizi, agar hal ini tidak menimbulkan masalah baru, yaitu anak kekurangan zat – zat gizi yang penting bagi proses tumbuh kembangnya.
Pertambahan berat badan yang berlebihan terjadi karena pemasukan kalori tidak sesuai dengan enerji yang dipakai oleh anak. Untuk mengatasi hal ini, pemasukan kalori harus dikurangi, dan kalau mungkin, pemakaian enerjinya ditingkatkan.
Latihan fisik bisa mempercepat proses metabolisme di dalam tubuh dan membakar kalori yang berlebih. Jika dipadu dengan pola makan yang baik, latihan fisik yang teratur bisa membantu anak mempertahankan berat badannya sehingga tidak terjadi pertambahan berat badan yang berlebihan.
Berikut beberapa cara praktis yang bisa Anda terapkan untuk membantu anak Anda yang mengalami obesitas :
1. Berikan makanan-makanan dengan tekstur yang bervariasi seperti, halus, lunak , dan padat. Seperti misalnya , daging, kacang, atau roti merupakan makanan yang dapat menunda rasa lapar dengan baik. Namun demikian, Anda tetap perlu memperkirakan jumlah lemak yang terkandung di dalam makanan-makanan tersebut. Pastikan bahwa anak memperoleh tidak lebih dari 35% keseluruhan dari kebutuhan enerjinya dari lemak.
2. Masukkan pula buah-buahan dan sayur-sayuran ke dalam menu makanan anak Anda. Jika ia memulai acara makannya dengan makanan-makanan sejenis ini, maka ia akan merasa kenyang sehingga tidak bernapsu untuk mengkonsumsi makanan utama yang berkalori tinggi dalam jumlah yang banyak.
3. jika anak harus berpantang makanan tertentu, misalnya es krim atau kue tart, jangan meletkkan makanan-makanan jenis tersebut di tempat yang mudah dilihat dan dijangkaunya. Akan lebih baik lagi jika seluruh anggota keluarga ikut berpantang bersamanya, atau setidak-tidaknya, tidak mengkonsumsi makanan-makanan sejenis itu dihadapannya.
4. Perhatikan pula minuman-minuman yang dikonsumsinya. Daripada minum soft drink, akan lebih baik lagi jika Anda menyediakan susu rendah lemak (low fat milk), susu kedelai, atau jus buah-buahan.
5. Jangan sediakan makanan cemilan yang kurang bergizi, misalnya berbagai jenis keripik, permen, dan sebagainya.
6. Batasi juga pemasukan lemak yang berlebihan dengan membatasi pengkonsumsian makanan-makanan kering.
7. Batasi pula konsumsi makanan-makanan yang berkadar gula tinggi.
8. Menu makan pagi (sarapan) yang tepat akan menghindari keinginan anak untuk jajan dan ngemil di sekolah. Karena itu, seharusnya anak tidak boleh dibiarkan untuk tidak sarapan sebelum ke sekolah. Sebisa mungkin, siapkan bekal sekolah anak dengan sebaik-baiknya, dan batasi uang jajannya.
Seorang anak yang selalu diberi makanan bergiizi ketika ia lapar, diberi perhatian ketika ia membutuhkannya, dan dirangsang untuk tetap aktif ketika ia keliatan sedang gelisah, akan lebih mungkin mengembangkan sikap sehat terhadap makanan. Anda perlu mengamati anak Anda secara hati-hati sehingga Anda bisa membedakan apakah anak-anak Anda benar-benar lapar atau butuh hal-hal lainnya, misalnya perhatian Anda.
Jika anak Anda sepertinya sudah sulit dipisahkan dengan makanan-makanannya, dan selalu saja makan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya, Anda bisa melakukan pendekatan psikologis. Cobalah untuk menarik perhatian anak dari makanan ke berbagai aktivitas baru dan bentuk-bentuk penyaluran yang lainnya.