Latest Updates
Showing posts with label Mainan. Show all posts
Showing posts with label Mainan. Show all posts

Mengapa Mainan Anak Harus Sesuai Dengan Usia Anak?

Bertambahnya usia maka akan membuat anak memiliki kemampuan yang berbeda. Meskipun demikian kebanyakan anak lebih asyik dengan satu jenis mainan sehingga orang tua tidak dapat memaksakan apabila mainan tersebut merupakan mainan kesukaan anak.
Memang tidak ada yang salah dengan jenis mainan yang disukai oleh anak. Meskipun demikian sebaiknya orang tua mengarahkan pada permainan yang sesuai usianya. Pertama-tama mungkin anak tidak bisa menerima akan tetapi lambat laun akan menyukainya. Apalagi mainan anak memang dirancang berwarna dan menarik sesuai dengan kesukaan anak anda.
Mainan anak sebenarnya tidak saja mengenai teman anak. Mainan anak dapat menjadi alat atau media yang mendukung tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya. Dengan melakukan permainan yang tepat maka anak anda dapat dirangsang mengembangkan kemampuan kognitif, perkembangan motorik, emosional, bahasa dan interaksi dengan teman sebayanya.
Setiap anak tida dapat dipaksakan untuk melakukan mainan yang belum tepat usianya. Apabila anak anda lebih suka memilih mainan yang seharusnya untuk usia dibawahnya maka rangsangan /stimulasi dari mainan untuk tumbuh kembangnya kurang optimal. Begitu pula dengan mainan yang dipaksakan diberikan pada anak yang umurnya belum saatnya bermain dengan jenis mainan tersebut. Manfaat dari mainan untuk merangsang kemampuan anak tidak akan maksimal.
Pada usia anak anda di bawah 6 bulan akan berbeda dengan mainan anak 12 bulan. Ini dikarenakan daya dukung dari organ tubuh anak juga berbeda. Kemampuan dan kebutuhan anak anda berbeda-beda sesuai dengan usianya. Tidak akan menjadi masalah anak anda bermain cilukba yang sering dilakukan pada usia 6 bulan ke bawah akan tetapi manfaatnya sudah berkurang ketimbang dilakukan ketika merangsang kemampuan melihat dan mendengar pada usia 6 bulan ke bawah.
Kemapuan fisik tidak dapat dipaksakan untuk mampu bermain. Umumnya aktivitas fisik sering dilakukan pada usia anak 3-5 tahun dimana anak mengenal lingkungan dan teman sebaya. Pada usia ini akan sudah dapat mengembangkan kemampuan motorik halus dan motorik kasar yang lebih manipulatif.
Pada umumnya mainan anak tidak hanya sekedar teman untuk membuat anak anda senang melainkan dirancang untuk pembelajaran anak. Maka dari itu mainan anak memiliki desain, warna dan bentuk yang berbeda sesuai dengan karakter dan fungsi usia anak. Untuk dapat memahami mainan anak yang sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah tahapan anak dan jenis mainan yang dibutuhkan untuk mendukung proses perkembangan anak.

1. Mainan untuk usia 0-9 bulan

Awal bayi lahir belum memiliki penglihatan yang sempurna. Masih memiliki keterbatasan sehingga diperlukan rangsangan dengan menggunakan warna yang mencolok. Warna-warna yang menarik diantaranya adalah merah, biru, kuning atau warna terang lainnya.
Selanjutnya anak akan mengalami proses duduk, mengalami merangkak, merambat dan juga melangkah. Kemampuan inilah yang harus didukung oleh kemampuan kontras dan berdesain. Selain itu perhatikan juga keamanan dari bahan yang digunakan sehingga tidak memiliki resiko berbahaya dan melukai bayi.

Jenis mainan untuk usia 0-9 bulan

Adapun jenis mainan yang cocok untuk usia 0-9 bulan : Mainan rattle atau kerincingan,mainan gigitan (teether), matras gimnastik, beberapa boneka yang berbahan kain, bola karet, boneka yang memiliki bunyi, matras berbentuk boneka, boneka gantung, buku kain atau boneka jari yang memiliki beranekaragam karakter. Selain itu permainan yang tidak menggunakan alat bisa dilakukan dengan bermain cilukba atau mainan menepuk tubuh ibu oleh tangan anak.

2. Mainan untuk Usia 9-18 bulan

Rentang waktu yang seringkali dikategorikan anak batita. Inilah periode emas yang banyak sekali mengalami perkembangan. Pada usia ini anak sudah kuat ketika memegang, menganggkat, dan menarik benda asing. Mainan yang diberikan sudah dalam bentuk pengembangan kreativitas dan emosi. Dengan demikian anak akan lebih banyak belajar ketelitian, kesabaran, inovasi, kepercayaan, ketekunan dan juga pengalaman.

Jenis mainan untuk usia 9-18 bulan

Beberapa mainan yang dapat dilakukan untuk usia 9-18 bulan ini adalah mainan yang menirukan kehidupan sehari-hari seperti sayuran, buah, binatang, telepon dan mobil-mobilan. Sedangkan untuk memecahkan masalah diantaranya adalah mainan buka tutup, balok susun, puzzle dan bola besar.

3. Mainan untuk Usia 18-36 bulan

Merupakan masa yang aktif, dimana anak lebih suka melakukan gerakan. Dengan mulau berjalan lebih cepat, berjinjit, berlari, memanjat kursi dan melompat kecil. Bahkan kemampuan berbicara semakin bertambah ketika sudah mampu menirukan penyanyi idolanya.

Jenis mainan untuk usia 18-36 bulan

Mainan yang membuatnya berkreasi seperti crayon, lilin kreasi, melukis, drum, piano atau gitar mainan. Selain itu dapat mengembangkan imajinasi dengan menggunakan mainan rumah boneka, merias diri, berpakaian, berdandan dan peralatan memasak.

4 . Mainan untuk Usia 4-5 tahun

Perkembangan motorik yang dilakukan oleh anak usia 4-5 tahun lebih pesat dibandingkan usia sebelumnya. Pada usia ini anak akan dipersiapkan untuk berpikie dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Kemampuan daya pikir dan daya ingat yang tajam akan membantu dalam menunjukan dan menggemari kegiatannya. Bahkan anak anda sudah dapat belajar menggunakan jemari dan benda sekitarnya.

Jenis mainan untuk usia 4-5 tahun

Pada usia ini anak dapat menggunakan jenis mainan seperti monopolu, ular tangga atau lego. Selain itu anak akan belajar untuk angka dan waktu seperti permainan sempoa, model huruf dan angka. Bahkan dengan teknologi yang semakin berkembang anak dapat bermain dengan permainan komputer atau aplikasi pada gadget asalkan dilakukan pengawasan orang tua.
Sedangkan untuk mainan yang menggunakan teknologi memang boleh dikenalkan kepada anak akan tetapi peranan orang tua sangat berpengaruh. Orang tua dapat memilihkan permainan dengan tema kekerasan atau menggunakan senjata tajam. Selain itu anda dapat mendampingi dan mengingatkan durasi bermain sehingga anak tidak megalami kecanduan dan membahayakan kesehatan akibat dari mata yang terlalu lama menatap monitor
Permainan yang menggunakan teknologi memang sangat membantu terlebih dapat mengatur siasat dan memiliki skor yang baik dengan permasalah yang dihadapi dalam permainan tersebut. Meskipun demikian tetap harus melalui pengawasan dan bimbingan orang tua agar anak dapat bijak menggunakan permainan online .

Memilih Mainan Anak 1 Tahun

 

Memilih mainan anak? Pilih yang sesuai

Bermain adalah kegiatan yang penting untuk anak. Bermain bukan hanya berguna untuk mengisi waktu anak-anak, namun juga melatih dan membantu perkembangan fisik dan mental anak.
Kita dapat memilihkan mainan yang sesuai dengan umur anak, karena pada setiap tahapan umur, anak selalu mempelajari sesuatu yang baru. Mainan anak 1 tahun dapat ditemui dengan mudah, namun pilihlah yang paling sesuai.

Perilaku anak 1 tahun

Beberapa perilaku yang umum untuk anak berusia 1 tahun adalah :
  • Ia sudah dapat mengerti apa yang kita ucapkan.
  • Seringkali, ia meniru apa yang dilakukan orang tuanya, misalnya berpura-pura menelepon.
  • Rasa keingintahuannya sangat tinggi, sehingga selalu berpindah-pindah dari mainan yang satu ke mainan yang lainnya. Itu sebabnya kita sering jumpai orang tua sering kali membelikan berbagai macam mainan anak 1 tahun.
  • Ia sudah dapat mengantisipasi apa yang kita lakukan, misalnya bila kita bersiap untuk memakaikan jaket, ia dapat mengulurkan tangannya untuk dipakaikan jaket.
  • Ia akan bersuara atau menggumamkan kata-kata dalam bahasa yang ia tahu.
  • Ia mulai mengkekspresikan perasaan seperti memeluk, mencium, menepuk, dan tersenyum
Pada usia 1-2 tahun anak memerlukan mainan yang melatih kemampuan bahasa.

Anak mulai meniru suara dan bunyi-bunyian yang ia dengar. Kemampuan berbahasanya pun meningkat pesat di rentang usia ini. Selain rajin mengajaknya ngobrol, jangan lupa menstimulasi perkembangan bahasa anak dengan memberinya mainan yang bisa ‘berbicara’.

Meski aspek bahasa berkembang pesat di usia ini, bukan berarti Anda tak boleh memberinya mainan lain. Karena anak sudah mampu berjalan sendiri tanpa bantuan, ia tak bosan-bosannya bereksplorasi ke seluruh penjuru ruangan.

Ia akan memegang benda apapun yang terjangkau olehnya, dan senang memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya. Ia juga hobi melempar-lempar mainannya.

Jenis permainan:
Laptop bersuara, buku audio, balok susun, mainan yang bisa bergerak atau didorong, dll.

Mainan Pemicu Perkembangan Bayi 0-12 bulan

 
Dari hasil penelitian, tujuh puluh persen perkembangan otak anak di 3 tahun pertama usianya bisa dioptimalkan dengan bermain. Di artikel ini, mari kita simak permainan yang mampu mengoptimalkan perkembangan bayi 0-12 bulan
 
Manfaat bermain cilukba
Permainan ini membuat anak belajar menanggapi stimulus kemudian meniru perilaku lingkungannya. Ia juga belajar mengekspresikan diri melalui mimik mukanya.
 
Manfaat bermain rattle
Permainan ini membuat anak belajar sebab-akibat ketika menggoyang rattle, di samping melatih kekuatan dan ketangkasan otot tangannya. Ketika digoyang kencang, suaranya makin nyarin. Begitu pula sebaliknya.
 
Manfaat bermain gebuk drum
Permainan ini melatih ketangkasan dan kekuatan otot tangan. Anak juga belajar irama dan ketukan dari setiap gebukan drumnya.

 
Manfaat bermain bola
Permainan ini melatih ketangkasan dan kekuatan kedua tangan dan kedua kakinya. Ia juga dapat belajar mengenal bentuk benda bulat dan apa yang bisa terjadi degnan benda yang berbentuk bulat. Misalnya menggelinding jika dilempar.
 
Manfaat bermain telepon mainan
Permainan ini melatih motorik halus ketika memencet aneka tombol. Jari-jari mungilnya mulai tepat menekan tombol agar tombol berbunyi. Hukum sebab akibat juga ia pelajari karena setiap tombol bisa bersuara dan menyala.

Mainan yang Tepat untuk Si Kecil


MAINAN anak tidak perlu terlalu banyak, sebab akan merampas kesempatan mereka untuk sejenak memusatkan perhatian pada satu benda. Itu sebabnya sangat bijaksana bila mainan diberikan pada anak sesuai dengan kebutuhan si kecil dalam mengembangkan kemampuannya. Antara lain:
Usia
Jenis Mainan
13-15 bulanTelepon mainan, cangkir dan alasnya, mainan yang bisa ditarik atau didorong-dorong.
16-18 bulanKotak pasir, alat main musik sederhana seperti tambur dan drum, balon tiup dan sabun.
19-21 bulanKuda-kudaan, boneka yang bisa dibongkar-pasang, bola karet, mainan untuk menggali, krayon ukuran besar, puzzle yang sederhana, tanah liat atau lilin.
22 - 24 bulanMainan masak-masakan, dokter-dokteran, mainan konstruksi (balok-balok), maianan yang bergerak seperti kereta api, truk, majalah tua, keranjang untuk main basket, puzzle jig saw, dsb.
2 - 3 tahunSepeda roda tiga, trampolin mini, boneka dengan kereta dorong dan botol susu serta pakaiannya, buku mewarnai, krayon, pinsil warna, alat musik seperti piano kecil, harmonika, pianika, alat main bulu tangkis atau tenis mainan, buku cerita, kolam renang tiup, seperangkat mainan alat pertanian, perang-perangan, proyek pembangunan gedung, dsb.
Cara tepat menyediakan mainan anak
  • Sediakan mainan sesuai umur dan tahapannya.
  • Pilih mainan yang aman, tidak terbuat dari bahan yang tajam, yang berbahaya, yang mengandung racun, tidak terlalu kecil, dsb.
  • Pilih mainan yang bisa dicuci untuk anak yang sedang suka menggigit-gigit, sehingga bisa selalu bersih.
  • Jangan keluarkan mainan sekaligus. Sediakan tempat khusus untuk menyimpan mainan. Simpan mainan yang sedang tidak digunakan. Bila anak terlihat bosan, simpan mainannya dulu, baru diganti dengan yang lain sehingga rumah tidak terlalu berantakan dan anak bisa leluasa mengamati mainan yang ada di depannya.

Tips Memilih Mainan Si Kecil


MEMILIH mainan terbaik untuk si kecil bisa jadi gampang-gampang susah, yang terpenting adalah bagaimana mainan tersebut memiliki manfaat yang terbaik bagi perkembangan buah hati Anda. Berikut ini tips-tips yang bisa Anda gunakan dalam memilih mainan:
Kesesuaian Usia Adalah Kunci
Ketika memilih mainan pertama untuk aktifitas si kecil, penting untuk Anda ketahui tingkat perkembangan mental diusianya.
  • Pilih mainan yang sesuai dengan tingkat belajarnya. Cobalah untuk menemukan mainan yang akan menantang perkembangan ketrampilan tetapi tanpa membuatnya frustasi.
  • Selalu cek label usia di setiap kemasan mainan. Label usia yang terdapat pada kemasan memang berdasarkan pada kemampuan mental dan fisik anak, kebutuhan bermain, minat dan safety. Sebagai contoh untuk mainan yang memiliki bagian-bagian kecil ada peringatan bahaya tertelan oleh anak di bawah usia 3 tahun.
Merangsang Indera
Setiap hari bagi anak merupakan saat yang penuh dengan penemuan hal baru. Aktifitas dan mainannya haruslah didisain untuk merangsang perkembangan indera buah hati Anda.
  • Mainan yang dapat digigit atau mempunyai tekstur, bentuk dan warna yang menarik, dapat mengeluarkan suara akan membantu si kecil dalam bereksplorasi dan belajar.
  • Untuk membimbing rasa peduli anak tentang bagaimana sesuatu itu terjadi, mainan harus mudah digunakan dan merangsang interaksi.
  • Bila si kecil tidak ada minat ketika Anda memberikan satu mainan baru, mungkin dia belum siap untuk itu. Sementara jauhkan mainan itu dan berikan di waktu yang lain.
Selalu Utamakan Keselamatan
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Orang tua haruslah selalu mengingat safety (keselamatan) manakala memilih mainan untuk buah hatinya.
  • Pastikan mainan tersebut kuat dan dalam ukuran yang aman tanpa ada bahaya menggores atau tertelan.
  • Pastikan permukaan mainan tidak terbuat dari material atau cat yang tidak aman dan mudah mengelupas.
  • Pastikan pula mainan tersebut sudah mencantumkan label standard kualitas  international misalnya CE dan ASTM di kemasannya atau standard nasional seperti SNI.
Selamat memilih mainan buat buah hati Anda.